Beranda > Artikel, info katresna72, Umum > Nama dan Kata-Kata “Fenomenal” Remaja dalam Facebook

Nama dan Kata-Kata “Fenomenal” Remaja dalam Facebook


Belakangan ini saya dikejutkan dengan banyaknya teman-teman yang minta di add atau friend confirm di facebook. Dari sekitar minimal 5 orang perhari (he..he…lumayan rating naik dikit) yang meminta pertemanan hampir 99% menggunakan nama “palsu” —- fenomenal dalam tulisan ini, yang kadang sangat membingungkan. Yang lebih membingungkan plus lucu juga nama-nama tersebut ditulis sangat panjang,  namun apabila dipisahkan dengan menggunakan suku kata rata-rata lebih dari tiga suku kata yang memang dalam penulisannya tanpa menggunakan spasi. Penggunaan nama “palsu” tersebut hampir 99,9% dilakukan oleh facebooker remaja, hal ini cukup dimengerti mengingat menurut para Tokoh Psikologi Perkembangan (Robert Havighurst, Arnold Gasell dan G. Stanley Hall) ciri-ciri perkembangan masa remaja adalah masa mencari identitas diri, aktualisasi diri, trial and error, masa keakuan (egosentris) dll yang ujung-ujungnya rasa kenyamanan yang didapat oleh para remaja dengan menggunakan nama-nama tersebut. Lebih lanjut Ciri-ciri remaja menurut Elizabeth Hurlock (1992), antara lain :

a. Masa remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan-perubahan yang dialami masa remaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya.
b. Masa remaja sebagai periode pelatihan. Disini berarti perkembangan masa kanak-kanak lagi dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas, keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.
c. Masa remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh, minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut, serta keinginan akan kebebasan.
d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat.
e. Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan. Dikatakan demikian karena sulit diatur, cenderung berperilaku yang kurang baik. Hal ini yang membuat banyak orang tua menjadi takut.
f. Masa remaja adalah masa yang tidak realistik. Remaja cenderung memandang kehidupan dari kacamata berwarna merah jambu, melihat dirinya sendiridan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.
g. Masa remaja sebagai masa dewasa. Remaja mengalami kebingungan atau kesulitan didalam usaha meninggalkan kebiasaan pada usia sebelumnya dan didalam memberikan kesan bahwa mereka hampir atau sudah dewasa, yaitu dengan merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perilaku seks.

Mereka menganggap bahwa perilaku-perilaku di atas akan memberikan citra yang mereka inginkan, salah satunya yang mereka refleksikan ketika bermain dalam jejaring sosial facebook yaitu dalam mengisi  penggunaan nama.

Memperhatikan fenomena yang berkembang dalam penggunaan nama di facebook sebagai jejaring sosial yang sangat merakyat dan banyak diminati olah mayarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, timbul pertanyaan dalam diri saya : “mengapa pemilik atau penyedia layanan jejaring sosial facebook dalam hal ini : http://facebook.com tidak membatasi atau membuat aturan dalam penulisan nama?” Padahal sesorang yang ingin memiliki account di facebook terlebih dahulu harus mencantumkan email yang tentunya ketika membuat email harus mendaftar dulu dengan menggunakan identitas yang benar. Menagapa atidak ada sinergy yang harmoni antara penyedia provider pembuat email semacam yahoo, gmail dll dengan provider facebook atau memang aturan mainnya seperti itu? Namun demikian entahlah — memang penggunaan nama-nama “palsu” dalam facebook tersebut tidak terlalu berpengaruh apabila tingkat simpatik dan empati kita tidak seberapa terhadap teman yang minta di add tadi, tatapi kadang menimbulkan kebingungan “siapa sebenarnya pemilik nama tersebut?”.

Namun demikian ada hal yang lebih penting yang perlu diperhatikan oleh para facebooker yaitu etika penggunaan kata-kata dalam penulisan status dan komentar. Para facebooker banyak yang kurang menyadari bahwa semua kata yang dipostingkan dalam status dan komentar akan otomatis terbaca oleh semua facebooker yang sudah menjalin pertemanan, kecuali bagi mereka yang sudah paham menyetingnya dalam pengaturan. Kata-kata tersebut kadang sifatnya sangat privacy dan kadang “tidak ber-etika” yang tentunya ketika menulis postingan atau komentar tersebut sangat dipengaruhi oleh emosionalitas sebagai refleksi tanggapan terhadap situasi yang dihadapi. Alangkah bijaknya bagi facebooker, silahkan kata-kata yang sifatnya pribadi dituangkan dalam pesan atau chat sehingga pengguna lain yang telah menjadi teman merasa nyaman dan tidak terganggu dengan kata-kata yang tidak baik dan bersifat pribadi.

Semoga facebook dapat kita manfaatkan untuk menjalin silaturahmi  dan mempererat ukhuwah, setelah penulis rasakan sendiri ternyata manfaat facebook sangat besar sekali sebagai sarana untuk bertukar informasi, menjalin silarutahmi dan yang terpenting untuk belajar berbagi demi masa depan yang lebih baik.

(Girimukti, Medio September 2011)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: