Beranda > info katresna72, Umum > STRESS…STRESS…STRESS.

STRESS…STRESS…STRESS.


TomAndJerry

“…Stress obatnya iman dan taqwa….serta mensyukuri apa adanya….pasti tak akan stress….”

Itulah sepenggal kalimat dari Lagu Stress Ciptaan Bang Haji Rhoma Irama untaian kata dalam lagu tersebut menggambarkan betapa Stress menjadi momok yang menakutkan apabila kita tidak dapat memanajemennya dengan baik. Apa itu Stress, berikut sedikit ulasannya.
1. Pengertian Stress
Stress dapat diartikan sebagai “ketidaknyamanan diri (perasaan dan pikiran) sebagai respon (reaksi) fisik atau psikis terhadap tekanan atau tuntutan yang dihadapi”. Pengertian lain adalah satu persepsi (cara pandang) dari ancaman atau bayangan akan adanya kecemasan, ketegangan, ketidaksenangan yang menggerakan atau membuat aktif organisme.
2. Gejala Stress
Stress yang dialami seseorang dapat dilihat dari gejala atau tanda-tandanya, seperti : sakit kepala, mag, hipertensi, sakit jantung, insomnia, mudah lelah, sulit tidur, sulit berkonsentrasi belajar, sikap apatis, hilang rasa humor, malas belajar atau bekerja, geliash, bingung dan sering marah-marah.
3. Stressor (Pemicu Stress)
a. Dari dalam diri kita sendiri, seperti : kondisi tubuh yang kurang sehat, sakit-sakitan atau sedang ada konflik pribadi yang menyita (mengganggu) pikiran, dan mengalami kegagalan dalam mencapai sesuatu yang diinginkan.
b. Muncul dari keluarga, misal : ketidakharmonisan hubungan antar anggota, orang tua yang otoriter, masalah keuangan atau uang bulanan macet apalagi bagi yang merantau atau anggota keluarga yang sangat dicintai jatuh sakit atau meninggal
c. Lingkungan dan masyarakat disekitarnya, misal : suara-suara bising tetangga ketika kita sedang sibuk ujian, atau hentakan musik yang keras yang memekakan telingan ketika kita sedang beristirahat, dan jalan macet pada saat berkendaraan.
4. Kiat-Kiat Mengatasi Stress
Ada beberapa kiat yang kita butuhkan dalam mengatasi stress ini, diantaranya :
a. Mencoba merubah persepsi, salah satunya dengan bersikap sabar
b. Mempertinggi motivasi ibadah baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Luruskan niat kita hanya kepada-Nya. Segala ucapan dan gerak kita adalah dzikir dan berusaha terus mendkatkan diri kepada sang Khaliq. “hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram (QS 13:28).
c. Tidak perlu mendramatisir keadaan, jangan emosional dalam menafsirkan peristiwa yang menimpa, coba dahulu meredamnya dengan instropeksi diri.
d. Mulailah dengan berpikir positif (positive thinking) atau bersikap optimis.
e. Jangan menyesali kejadian yang telah terjadi sejelek apapun peristiwa yang menimpa pasti ada hikmahnya. Penyesalan hanya akan menghalangi langkah selanjutnya. Kecewa boleh saja tetapi tidak boleh kecewa untuk yang kedua kalinya.

(Sumber : Program BK, Syamsu Yusuf LN)


  1. 22 Oktober 2009 pukul 16:55

    Tulisan yang menarik. Dan jika Anda berminat melihat referensi silang, coba cek apa yang saya tulis dalam artikel 12 Tehnik Mengatasi Ilusi dan Kecemasan. Semoga membantu.

    Salam kenal.

    Lex dePraxis

    • 23 Oktober 2009 pukul 09:35

      terima kasih pa alex atas coment nya, oke nanti pasti saya mampir ke blog pa alex, thank’s

    • 23 Oktober 2009 pukul 09:40

      terima kasih pa alex atas kunjungannya, nanti saya pasti mampir ke web pa alex

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: